BARCELONA – Pep Guardiola tak mau anak-anak asuhnya membuang kesempatan saat menghadapi Manchester United di final Liga Champions, 28 Mei mendatang.
Barcelona akan melakoni final ketiga dalam enam tahun terakhir, yang mengukuhkan mereka sebagai tim paling dominan di Eropa. Azulgrana pertama kali menyabet trofi Liga Champions pada 1992 lalu, kemudian dilengkapi dua trofi lagi setelah mengalahkan Arsenal (2006) dan United (2009).
Guardiola merupakan salah satu pemain yang berhasil memboyong trofi antarklub tertinggi Eropa pada 1992 lalu. Uniknya, prestasi itu diraihnya di Stadion Wembley lama. Guardiola berharap bisa kembali membawa pulang trofi Liga Champions musim ini.
“Saya harap mereka (pemain) merasa ini menjadi final Liga Champions terakhir bagi mereka,” kata Guardiola, sebagaimana dikutip Sky Sports, Sabtu (21/5/2011).
“Pada 1992 kami berpikir tak akan pernah tampil di final lagi. Saya ingin para pemain merasakan hal yang sama, kami tak boleh membuat kesempatan ini,” dia menambahkan.
“Kami sangat beruntung bisa ada di final. Tim harus sadar meski faktanyanya kami tampil dua kali dalam tiga tahun terakhir, kami bisa saja tak mendapat kesempatan ini dalam 20 tahun ke depan,” jelas pelatih 40 tahun.
Lebih lanjut, Guardiola memperingati Lionel Messi dkk untuk tidak meremehkan United. Terlebih skuad arahan Sir Alex Ferguson mengusung misi balas dendam kekalahan dua tahun lalu.
“Jika kami tak menyadari pentingnya pertandingan ini, akan memberikan keuntungan pada United. Lebih dari itu, mereka juga memiliki insentif untuk menang setelah kalah dua tahun lalu,” jelas pelatih yang pernah membela Brescia.
0 comments:
Post a Comment